Nulis buku Lukis Kaos di atas--sesungguhnya--bukanlah sesuatu yang terencanakan, melainkan akibat terprovokasi oleh sebuah kalimat pendek didalam sebuah buku yang kubaca ketika sedang berada di gramedia blok-m mall 5 tahun yang silam (2004), ketika itu kebetulan buku yang sedang kubaca adalah tentang tehnik airbrush dengan pengarangnya yang masih sangat ku ingat bernama Zainal Abidin--god bless you pak!--yang ketika itu menulis di kata pengantar terdapat sebuah kalimat " melukis mutlak membutuhkan bakat". Bagi orang2 awam, boleh jadi tak ada yang istimewa dari kalimat tersebut karena merasa memang seperti itulah adanya, namun tidak bagiku saat itu. Entah kenapa, ada semacam perasaan tidak terima ketika kubaca kalimat pendek tersebut lantaran terlalu tendensius bagiku dan cenderung menyesatkan. Memang benar melukis membutuhkan bakat akan tetapi prosentasinya tidaklah mutlak! aku tahu persis, karena keseharianku tak pernah lepas dari dunia toreh-menoreh tersebut... aku pernah membaca sebuah kata mutiara dari seorang pakar yang aku tidak tahu persis namanya--
di buku Lukis Kaos kusebut saja namanya Albert Einstein hehe..--yang berbunyi : Kesuksesan Adalah Hasil dari 99% kerja keras dan hanya 1% bakat. Aku setuju banget dengan kata mutiara tersebut, karena sifatnya yang tidak meninabobokkan dan memang masuk akal. Karena pada dasarnya, setiap apapun pekerjaan yang kita tekuni--baik yang punya kecenderungan menggunakan otak kanan ataupun otak kiri--kuncinya adalah pada kerja, kerja dan kerja..! Tak peduli apapun kata orang yang memuji tentang betapa besarnya bakat si anu, si ini.. kalo tidak di asah secara terus menerus hasilnya adalah jalan di tempat atau bahkan mengalami degradasi, sebaliknya orang yang tidak berbakat sama sekali jika selalu semangat berlatih dan mau belajar tekun serta tidak takut dengan kritikan niscaya akan memiliki kemampuan setara dengan 'si berbakat' bahkan melebihinya..!
Aku mo ngasih contoh riil nich! Zaman2 ketika aku masih menjadi mahasiswa di ISI Yogya--
jangan salah, aku pernah kuliah juga loh hehe..--aku sudah mengamat-amati latar belakang dan perkembangan temen2 satu kampus, terutama yang seangkatan n sekelas di Jurusan seni lukis, fakultas senirupa yang notabene terdiri dari dua golongan--
SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) dan nonSMSR-- yang bisa di ibaratkan yang berpengalaman dan yang awam. Dari pengamatanku yang hina ini--
cieehh!-- tampak sekali kalo temen2 dengan latar belakang SMSR lebih merajai di semester 1 dan 2, namun menginjak semester 3 dan seterusnya temen2 nonSMSR sudah mulai bisa mengimbangi, bahkan ada beberapa yang sanggup meraih penghargaan karya terbaik, aku sampe terheran-heran dengan fenomena ini? namun setelah aku renung2kan--
dan aku meyakini hasil renunganku itu-- penyebabnya adalah bisa jadi faktor kejenuhan yang menerpa temen2 dari SMSR yang selama 4 tahun terus menerus gaul dengan kuas dan cat--
sebelum kuliah di ISI--sehingga rada males2an ngerjain tugas bahkan cenderung menganggap remeh temen2 nonSMSR, imbasnya mereka jadi kurang berlatih dan tidak produktif lagi dalam berkarya. Sebaliknya temen2 nonSMSR justru sedang bergairah2nya--
bahasanya ihh..--di dalam mengerjakan tugas, sehingga dengan sendirinya mereka jadi sering berlatih dan termotivasi untuk menyalib--
emang balap mobil..--temen2 SMSR yang sudah mulai kehabisan bensin ;-)
(sorry guys, berhubung tangan sudah mulai keriting ceritanya tar di sambung lagi aza ya..masih panjang banget nich..janji dech suerrr!!!)